Cara Tepat Minum Kopi Menurut Dokter



Kopilelet - Meminum kopi kini sudah jadi gaya hidup tidak hanya bagi generasi tua saja, tapi anak-anak muda tepatnya generasi millennial pun tertular suka minum kopi. Gerai-gerai minum kopi juga sudah mulai menjamur, khususnya di kota-kota besar, seperti Jakarta.

Namun, gaya hidup yang berubah ini tentu bisa memengaruhi kesehatan penggemarnya. Pernahkah Anda mempertanyakan apakah kopi bermanfaat bagi kesehatan? Jika ya, maka berikut penjelasan dokter spesialis penyakit dalam, dr. Mulyani A. S Gultom, SpPD FINASIM, dalam sebuah acara di kawasan Jakarta Selatan.

“Kopi itu baik untuk kesehatan asal lihat dulu kandungan kafein percangkirnya. Normalnya, manusia mengonsumsi kafein sebesar 400mg perhari. Sementara, untuk ibu hamil dan menyusui yang sebelumnya penggemar kopi, tetap bisa ngopi dengan catatan dosis dikurangi jadi 200mg kafein perharinya. Selain itu, lihat dulu sebelum meminum kandungan kafein dalam kopinya,” jelasnya.

Selain tetap bisa diminum oleh ibu hamil dan menyusui, orang-orang yang hobi ngopi dengan ditambah gula dan susu, dokter Mulyani juga memberikan catatan, agar hobi ngopi tetap bisa dilakukan dan tubuh tetap sehat. Menurut dokter Mulyani, seperti yang ia ketahui dari WHO, menuturkan standar konsumsi gula manusia perharinya tidak boleh lebih dari dua sendok makan.

“Kebanyakan orang Indonesia sekali minum kopi bisa menambahkan gula 2-3 sendok makan, belum lagi kandungan gula dalam kue atau kudapannya. Untuk itu, gunakanlah pemanis yang aman dan cocok untuk pengidap diabetes,” tambahnya.

Lebih lanjut, untuk penyampuran kopi, gula, dan susu, atau yang biasa disebut kopi three in one, menurut dokter Mulyani, hal tersebut boleh-boleh saja, asal gula dan susunya rendah kalori, sehingga aman untuk pengidap diabetes. Untuk jenis gula lainnya yang biasa digunakan oleh orang Indonesia, seperti gula merah, batu, atau pasir, ternyata semua gula itu sama berbahayanya bagi pengidap diabetes.

Kopi hitam murni tanpa gula dan susu lah sebenarnya yang paling bagus bagi kesehatan. Pasalnya, kopi yang tidak ditambahkan gula dan susu tidak mengandung kalori atau gula yang tinggi menurut dokter Mulyani.

“Kafein bisa sensitif dengan lambung, maka dianjurkan meminum kopi tidak boleh 400 mg kandungan kafeinnya dalam sehari. Selain itu, sebelum ngopi perut sebaiknya diisi dulu dengan bubur, nasi, lontong, atau lemper, pokoknya jangan sampai kosong,” tegasnya. (okezone)