Kopi Politik, Tempat Silaturahminya Para Aktivis



Kopilelet -  Kopi dan Politik selalu menjadi perpaduan apik, dari warung pinggiran sampai cafe kelas atas menyajikan kopi sebagai teman ngobrol ringan sampai ngobrol masalah politik. Memang kopi selalu menjadi teman sejati buat berbincang soal sikon politik kekinian.

Nah, buat Anda yang gemar sruput kopi sambil diskusi masalah politik bisa langsung menyambangi Kopi Politik. Lokasinya di Jalan Pakubuwono VI No 26 AF, Gunung, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

“Kopi Politik, tempat kumpul, bersinergi, dan juga bersilaturahmi. Antara teman-teman aktivis 98 dan lintas generasi setelah 98. Walaupun di luar kita punya cara pandang yang berbeda, disini kita semua sama,” ungkap CEO Kopi Politik, Todotua Pasaribu.

Uniknya, Kopi Politik menyajikan kopi tradisional dengan menggunakan kopi dari Aceh. Menurut Chandra Rizqy sang Barista, dipilihnya kopi Aceh dikarenakan biji dari serambi mekah tersebut  menggambarkan rasa perjuangan orang Aceh dan cocok dengan masalah politik.

Kopi Aceh bisa dibedakan menjadi 2 kelompok, yaitu kopi Arabica dan kopi Robusta. Cita rasanya walaupun sedikit asam akan tetapi pas di lidah. Racikan Kopi Politik menggunakan teknik tradisional dari roasting sampai ketika menyeduh.


Salah satu signature dari Kopi Politik adalah kopi saring, dimana bubuk kopi tidak hanya sekedar diseduh dengan air panas. Tetapi juga dimasak dan dijaga agar tetap dalam keadaan mendidih, sehingga dapat dirasakan aroma serta cita rasa pada kopi yang keluar benar-benar kuat.

Kopi yang telah dimasak, kemudian mengalami beberapa kali proses penyaringan dengan menggunakan saringan kain yang berbentuk kerucut. Hasilnya adalah kopi yang sangat pekat, harum dan bersih tanpa mengandung bubuk kopi.

Ada juga pilihan yang tak kalah nikmat seperti, sanger dan kopi telur kocok. Cita rasanya nikmat dan mantap, sangat cocok buat Anda  yang gemar ngopi-ngopi santai sembari ngobrol ngalur ngidul.

“Taste bisa menyesuaikan dengan keinginan di teknik penyeduhan, kita juga ingin mempertanggung jawabkan cita rasa kopi dari Aceh. Dengan menyajikan kopi Aceh secara benar dan tepat,” pungkas pria asal Aceh itu. (Sportourism)