Minum Kopi, Alternatif Hidup Sehat



Kopilelet - Gaya hidup sehat adalah pengetahuan yang harus dimiliki oleh setiap orang karena kesehatan adalah modal utama manusia dalam menjalankan aktivitasnya. Dalam kehidupan sehari-hari pengetahuan tentang ramuan-ramuan herbal turut mempengaruhi pola hidup masyarakat, khususnya dalam bidang kesehatan. 

Undang-undang No.39, tahun 2009 tentang kesehatan mengakui keberadaan pengobatan dan obat tradisional sebagai bagian yang tidak dapat diabaikan dalam pelayanan kesehatan. Dalam konteks pengetahuan tidak hanya pemerintah yang bergerak tetapi sesama manusia juga harus saling membantu menyangkut kesejahteraan bersama.

Kualitas hidup masyarakat bergantung pada banyak hal dan salah satunya adalah pengetahuan tradisional tentang minum kopi.  Pengetahuan tradisional minum kopi telah termodernisasi dan terurai dari masa ke masa serta diterapkan dalam berbagai lini kehidupan, baik pengobatan, kesenian, dan bisnis. Begitu pula gaya hidup yang terbentuk di tengah masyarakat. 

Nyatanya kopi bukan lagi sekedar minuman pendamping semata bahkan telah menjadi ladang bisnis yang menjanjikan, hal itu ditunjukkan dengan menjamurnya kafe dan kedai kopi di setiap tepian jalan kota. Para penikmat kopi pun kini berasal dari berbagai kalangan.  Pengamat gaya hidup, Sonny Muchlison menilai masyarakat Indonesia memiliki sifat "latah". Yakni, mengikuti sesuatu yang sedang menjadi trend. 

Banyaknya kedai kopi juga mempunyai daya tarik tersendiri yang merangsang seseorang untuk datang mencoba menu yang disuguhkan. Padahal, bagi pencinta kopi, kopi bukan hanya sekedar trend melainkan cara menikmati manfaat serta cita rasa kopi yang konsisten.

Sangat disayangkan ketika masyarakat Indonesia yang sejatinya telah memiliki tradisi minum kopi secara turun temurun harus menemui kesulitan dalam memperoleh manfaat dari kebiasaan minum kopi di kafe atau kedai kopi yang tidak mengedepankan aspek kesehatan. Sehingga tidak menjadi tempat alternatif pencegahan dan pengobatan praktis yang ekonomis.

Hal ini tidak terlepas dari pengaruh trend masa kini yang selalu mengajarkan masyarakat untuk berperilaku konsumtif tanpa mempertimbangkan kandungan dalam suatu produk minuman kopi yang kebanyakan tidak memiliki jaminan mutu kesehatan dari produsennya.

Pada saat sekarang obat-obat dan ramuan tradisional dari kopi hanya dapat di akses melalui 2 cara, yakni melalui penelusuran dan penemuan langsung pada sumbernya atau melalui subjek pengembang yang telah mematenkan objek ramuan tradisional kopi menjadi produk dan dipasarkan secara masal dengan harga tinggi.

Hal ini terjadi karena pengembangannya sering menemui jalan buntu sebab di sinyalir sangat rumit dan membutuhkan proses panjang dalam pembuatannya, kenyataan ini sulit untuk dijadikan sebagai salah satu acuan gaya hidup sehat pada saat sekarang, dari permasalahan ini tentu saja peluang bisnis berbasis kesehatan terbuka lebar bagi orang-orang yang menyadarinya.

Pengusaha kedai kopi yang profesional tentu saja tidak asing dengan manfaat kopi sebagai alternatif pencegahan dan penurunan resiko berbagai penyakit, Meminum kopi memiliki banyak manfaat bagi kesehatan apabila di proses dengan keterampilan dan metode yang tepat sehingga menjadi ramuan herbal berkhasiat dan tetap mempertahankan prinsip organik didalamnya.

Sikap edukatif pengusaha kedai kopi seperti memberikan informasi serta menanamkan sikap selektif kepada konsumen terhadap manfaat kopi sangat diperlukan mengingat gaya hidup konsumtif masyarakat saat ini. Hal inilah yang menjadi dasar gagasan ini di buat.

Di Indonesia khususnya daerah perkotaan, puluhan kafe dan kedai kopi baik dalam skala besar sampai kecil dari tahun ke tahun telah beroperasi dan selalu menjadi tempat favorit masyarakat khususnya kalangan muda, hal ini adalah salah satu bukti nyata perkembangan kafe dan kedai kopi tidak dapat dipandang sebelah mata sebab kalangan pelajar dan mahasiswa menjadi konsumen utama dari bisnis ini.

Pelaku bisnis ini harus memiliki tangung jawab moral dalam kegiatan usahanya, sebagai contoh produsen rokok selalu memberikan peringatan kepada konsumennya melalui pesan tertulis pada kemasan produk rokoknya yang sudah tidak diragukan lagi dampak negatif yang ditimbulkannya.

Gaya hidup konsumtif yang sudah di anut oleh kalangan generasi muda akan mengakibatkan aspek kesehatan terabaikan sehingga akan menimbulkan masalah baru, sebab trend warung kopi dapat menjadi sarang peningkatan resiko penyakit bagi masyarakat khususnya kalangan muda apabila tidak di perhatikan secara serius. Pengetahuan gaya hidup sehat harus di iplementasikan bersamaan dengan perkembangan trend minum kopi masa kini, namun hal ini belum terwadahi dengan baik. 

Pasalnya minuman kopi juga memiliki efek buruk bagi kesehatan, gagasan ini mengarah kepada memanfaatkan predikat trend minum kopi di kafe dan kedai kopi oleh kalangan muda menjadi wadah gaya hidup sehat serta  menstimulasi pelaku usaha kafe dan kedai kopi agar tidak meninggalkan aspek edukatif dan selektif didalam usahanya dan memunculkan sebuah inovasi dan kreasi dalam bisnis kafe dan kedai kopi menjadi lebih baik dalam upaya pemecahan masalah tentang sulitnya memperoleh manfaat minum kopi.

Gagasan ini dapat di aplikasikan kedalam suatu kegiatan untuk merangsang kemampuan pengusaha kafe dan kedai kopi agar tidak mengabaikan aspek kesehatan didalam usahanya serta mengedepankan usaha yang edukatif sehingga konsumen memperoleh pengetahuan dan manfaat lebih dari kegiatan usahanya.

Manfaatnya, memberikan informasi dan mengedukasi masyarakat konsumtif melalui kedai kopi menjadikan tren masa kini dapat besinergi dengan gaya hidup sehat dengan tersedianya menu-menu sehat sebagai rekomendasi minuman/makanan pendamping untuk menurunkan resiko yang mengancam perilaku konsumif pelanggan.

Tak sedikit pelanggan yang minim pengetahuan, dengan begitu diharapkan edukasi tersebut menjadi acuan setiap bisnis kafe dan kedai kopi yang selama ini tumbuh dan berkembang sangat pesat menjadi tempat yang edukatif dan salah satu pilihan gaya hidup sehat kalangan muda khususnya pelajar dan mahasiswa dengan memanfaatkan predikat konsumtif konsumen sebagai roda penggeraknya.